







- Jenis
- Setoguro
- Detail
- Wadah untuk minum matcha. Seluruh bagian luar tertutup kairagi; bagian dalam hitam licin. Chawan Setoguro kecil dan ringan, cocok untuk usucha.
- Bahan
- Tanah Mogusa (tanah langka)
- Ukuran
- φ116 mm
- Tinggi
- 90 mm
- Berat
- 195 g
- Tekstur
- Di luar, tonjolan halus kairagi terasa di jari seperti batu kering di telapak. Di dalam licin, dan karena kecil, chawan ini cukup ringan untuk dipegang satu tangan.
Ciri Khusus Karya
Chawan Setoguro yang menyandang nama 墨巌, tinta dan batu. Seluruh bagian luarnya tertutup kairagi: glasir mengerut menjadi tonjolan-tonjolan halus yang menjalar di setiap bidang, seperti tepi batu tinta tua yang telah aus oleh waktu. Di bawah cahaya, tiap tonjolan memantulkan kilau kecil, dan tiap bidang menyimpan bayangannya sendiri.
Bibirnya melebar lembut ke empat sisi, sehingga terasa berbeda di jari tergantung bagian mana yang dipegang. Di dalam, tekstur itu hilang menjadi hitam yang licin. Seperti lubang batu tinta yang menampung tinta yang baru digiling, ia memantulkan cahaya dengan tenang, dan hijau usucha tampak jelas di atasnya.
Di bagian kaki, glasir berhenti membentuk tepi tebal dan tanah liat tanpa glasir terbentang di bawahnya, polos seperti batu sebelum diolah menjadi batu tinta. Kecil dan ringan di tangan, nyaman bahkan dipegang satu tangan, cocok untuk usucha di segala musim, dari latihan hingga jamuan teh.
Diperkirakan akan dikirim dalam waktu 10 hari kerja setelah tanggal pemesanan
Pilih opsi








Setoguro
Dari satu tungku
Setoguro dikenal dengan warna hitamnya yang mendalam dan menarik. Untuk mengekspresikan warna hitam yang indah ini, digunakan teknik di mana glazur yang terbuat dari campuran tanah Oniita (tanah yang mengandung besi) dan abu, dibakar pada suhu tinggi dan kemudian dikeluarkan dari kiln dan didinginkan secara cepat. Teknik ini juga dikenal sebagai "hikidashi-guro". Lebih dari 450 tahun yang lalu, Setoguro adalah wadah yang langka dan hanya diproduksi selama sekitar 30 tahun di dunia teh. Dalam dunia upacara teh, Setoguro dianggap sebagai wadah Jepang yang memiliki nilai estetika unik dalam konsep wabi-sabi. Ketika dikeluarkan dari kiln pada suhu lebih dari 1.100 derajat dan didinginkan secara cepat, Setoguro menghasilkan suara indah (suara craquelure) sambil berubah menjadi hitam pekat. Setoguro hanya dapat dipanggang hingga maksimal tiga buah dalam satu pembakaran kiln. Menghasilkan warna hitam yang memuaskan sangatlah sulit, sehingga jika satu karya yang memuaskan dapat dihasilkan dari satu kiln, itu sudah dianggap baik.
Istirahat Hati Setoguro
Di tengah hari-hari yang sibuk, meluangkan waktu hanya untuk diri sendiri ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Karena itulah, berhenti sejenak dan mengocok semangkuk teh dapat menenangkan hati dengan lembut. Hitam Setoguro adalah hitam yang menarik cahaya jauh ke dalam. Saat digenggam, kedalamannya seolah meredam riuh di sekitar. Matcha yang dikocok tampil hijau jernih di atas hitam ini, memberi sedikit ruang untuk bernapas, bagi mata dan hati. Hitam yang berkilau terasa lembut di tangan, dan kelembutannya di bibir melepaskan rasa tegang yang tertahan. Sebuah chawan Setoguro yang dilahirkan Kato Takaya satu per satu. Untuk momen yang tenang, sedikit menjauh dari kesibukan hari.
Kesesuaian penggunaan
Perawatan
Saat mencuci, harap gunakan tangan dengan spons atau kain lembut. Jangan gunakan spons yang mengandung bahan abrasif.
Hal yang perlu diperhatikan