





- 種類
- Shino
- 詳細
- Chawan yang menonjolkan perpaduan glasir besi di atas glasir feldspar putih Shino, dengan kontras hitam pekat dan putih susu sebagai daya tarik utamanya (karya asli, satu-satunya, oleh Kato Takaya, Mino).
- 原材料
- Tanah Mogusa (tanah langka)
- サイズ
- φ120 mm
- 高さ
- 100 mm
- 重さ
- 350 g
- 手触り
- Tanah liat Mogusa menghadirkan kehangatan alami, sementara tekstur yuzuhada yang lembut terasa nyaman saat disentuh.
Fitur Karya
Lapisan glasir feldspar putih khas Shino menyelimuti seluruh chawan dengan tenang, bagaikan salju yang menutupi lereng pegunungan. Permukaannya menampilkan tekstur yuzuhada yang lembut dan matte, sementara pada bagian tepi yang lapisan glasirnya menipis, semburat hangat fire color (hi-iro) muncul lembut dari tanah liat. Di atas hamparan putih menyerupai salju ini, glasir besi berwarna hitam pekat mengalir turun dari bibir chawan, membentuk perpaduan dua lapisan glasir. Bidang hitamnya mengingatkan pada langit malam yang membentang di atas hamparan salju, sementara kilau kristal di permukaan glasir hitam berpendar bagaikan bintang-bintang. Guratan vertikal menghadirkan kesan aliran air, sehingga dua lanskap—salju dan langit malam—seolah hadir dalam satu mangkuk. Putih dan hitam, diam dan gerak, berpadu dalam harmoni dua lapisan glasir.Kato Takaya menuangkan keindahan gunung, bulan, laut, dan angin dari empat musim ke dalam setiap karya, lalu berkarya dengan semangat awan yang mengembara dan air yang mengalir. Glasir feldspar putih yang menyerupai salju membuat hijau matcha yang baru dikocok tampak semakin hidup, menghadirkan ketenangan dalam setiap mangkuk teh. Cocok untuk chanoyu, maupun untuk menikmati semangkuk teh dalam keseharian sambil merasakan pergantian musim. Kehadirannya juga berpadu indah dengan ruang makan yang elegan maupun interior yang ditata dengan penuh cita rasa.
Diperkirakan akan dikirim dalam waktu 10 hari kerja setelah tanggal pemesanan
Pilih opsi






Shino
Saat berubah
Shino adalah wadah keramik langka yang hanya dibuat dalam waktu singkat di dunia teh lebih dari 500 tahun yang lalu. Dari akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17, Shino dipanggang di kiln besar dan kiln lubang. Ciri khas Shino yang memikat adalah warna putih seperti salju yang muncul berkat penggunaan feldspar, dengan sedikit warna api yang memberikan kehangatan yang lembut. Warna yang indah ini sangat sulit dicapai, karena kondisi pemanggangan dengan pengurangan kuat membuat suhu di dalam kiln sulit naik, sehingga diperlukan pengaturan suhu kiln siang dan malam. Proses pemanggangan berlangsung lebih dari sekitar 7 hari, dan dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit, menguras energi mental. Hasil akhir juga sangat dipengaruhi oleh musim dan cuaca, menjadikannya sangat sensitif dan tidak bisa lengah barang sejenak. Warna Shino memberikan kesan seperti "tanah yang terlihat saat salju mencair," atau "matahari terbenam yang indah yang terdiri dari awan dan cahaya senja." Menangkap dan mengekspresikan keindahan alami yang murni tanpa campur tangan niat atau maksud apa pun, Shino terus memikat hati orang-orang dari masa lalu hingga sekarang.
Istirahat Hati Shino
Di tengah hari-hari sibuk modern, sulit untuk meluangkan waktu untuk bersantai. Namun, penting untuk berhenti sejenak dan memiliki waktu untuk diri sendiri di tengah kesibukan sehari-hari. Mengapa tidak menciptakan momen untuk menikmati teh atau makanan? Wadah Shino, yang terbuat dari tanah alami dengan butiran kasar, dikatakan "bernapas," memberikan kesan bahwa wadah tersebut memiliki kekuatan hidup. Sentuhan yang hangat dan rasa lembut ketika disentuh oleh bibir dapat menenangkan hati, meredakan stres sehari-hari. Setiap wadah dibuat dengan hati-hati dan penuh perasaan oleh seniman keramik, Kato Takaya, untuk memperkaya hati Anda meskipun hanya sedikit. Bersama wadah Shino, lupakan kesibukan dunia modern dan nikmati momen istirahat untuk jiwa Anda.
対応可否
お手入れ
Saat mencuci, harap gunakan tangan dengan spons atau kain lembut. Jangan gunakan spons yang mengandung bahan abrasif.
注意点