




- Jenis
- Shino
- Detail
- Wadah untuk menikmati sake. Glasir putih susu yang tebal menyelimuti seluruh karya dengan kilau lembut, seperti lampion kertas putih yang menyala di jalan malam. Shino Tokkuri (botol sake) untuk sake hangat maupun dingin.
- Bahan
- Tanah Mogusa (tanah langka)
- Ukuran
- φ90 mm
- Tinggi
- 130 mm
- Berat
- Sekitar 350g
- Tekstur
- Glasir yang tebal terasa halus, dengan kehangatan yang seolah melekat di tangan. Garis tepi pada sisi-sisinya menyentuh jari dengan lembut, dan bentuk putih yang penuh itu pas di telapak tangan.
Ciri Khusus Karya
Glasir putih susu yang tebal menyelimuti seluruh karya dengan kilau yang lembut. Inilah Shino Tokkuri (botol sake) dengan pemandangan seperti lampion kertas putih yang menyala di jalan malam. Beberapa garis tepi berdiri di antara sisi-sisinya, dan setiap kali cahaya berubah, putih di tiap sisi tampak sedikit berbeda, seolah cahaya bergerak mengikuti rangka lampion. Di bagian depan bawah, tampak satu garis warna api, seperti cahaya di dalam lampion yang menembus kertasnya.
Bentuk putih yang penuh dan membulat lembut, dengan leher ramping dan mulut yang terbuka halus. Lingkaran tipis warna api mengitari bibir, dan bagian dalamnya tetap putih. Pas dan nyaman di telapak tangan, dan bidang-bidang lembut dari glasir yang tebal mengikuti ujung jari.
Cocok untuk sake hangat maupun dingin, dan permukaan Shino yang lembut menerima minuman dengan halus. Seperti meletakkan satu lampion putih di meja, mengeluarkan botol ini seolah membuat malam menjadi terang dengan tenang. Untuk minum sendiri, atau secangkir bersama orang terdekat.
Diperkirakan akan dikirim dalam waktu 10 hari kerja setelah tanggal pemesanan
Pilih opsi





Shino
Saat berubah
Shino adalah wadah keramik langka yang hanya dibuat dalam waktu singkat di dunia teh lebih dari 450 tahun yang lalu. Dari akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17, Shino dipanggang di kiln besar dan kiln lubang. Ciri khas Shino yang memikat adalah warna putih seperti salju yang muncul berkat penggunaan feldspar, dengan sedikit warna api yang memberikan kehangatan yang lembut. Warna yang indah ini sangat sulit dicapai, karena kondisi pemanggangan dengan pengurangan kuat membuat suhu di dalam kiln sulit naik, sehingga diperlukan pengaturan suhu kiln siang dan malam. Proses pemanggangan berlangsung lebih dari sekitar 7 hari, dan dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit, menguras energi mental. Hasil akhir juga sangat dipengaruhi oleh musim dan cuaca, menjadikannya sangat sensitif dan tidak bisa lengah barang sejenak. Warna Shino memberikan kesan seperti "tanah yang terlihat saat salju mencair," atau "matahari terbenam yang indah yang terdiri dari awan dan cahaya senja." Menangkap dan mengekspresikan keindahan alami yang murni tanpa campur tangan niat atau maksud apa pun, Shino terus memikat hati orang-orang dari masa lalu hingga sekarang.
Wadah Sake Shino: Membuka Rasa
Sake yang diminum dari wadah Shino dikatakan rasanya "terbuka". Seperti anggur yang didekantasi, sake pun, begitu bersentuhan dengan udara, aromanya naik, rasanya seimbang, dan manisnya muncul. Di bawah glasir, wadah Shino menyimpan kulit tanah yang lembut. Sake yang dituang menyentuh kulit itu dan terbuka perlahan, seolah wadahnya bernapas. Secangkir yang dituang sambil memandang merah api dan putih susu tampak menunjukkan wajah yang sedikit berbeda, meski sakenya sama. Dengan wadah sake Shino karya Kato Takaya, minum seorang diri di malam hari, perlahan-lahan.
Kesesuaian penggunaan
Perawatan
Saat membersihkan, harap gunakan spons atau kain lembut untuk mencuci dengan tangan. Jangan gunakan spons yang mengandung bahan abrasif.
Hal yang perlu diperhatikan